Teknik Jaringan Komputer
Studi Kasus:
Migrasi dan Optimalisasi Jaringan Kantor Cabang Baru
Profil Perusahaan:
PT Tekno Mandiri Jaya adalah perusahaan
manufaktur yang sedang berkembang. Mereka baru saja membuka kantor cabang baru
untuk divisi Customer Service dan Marketing yang diisi oleh 25
karyawan.
Masalah / Tantangan:
Siswa magang TKJ ditempatkan di divisi IT
Support. Pada minggu kedua, perusahaan menghadapi kendala di kantor cabang baru
tersebut:
1.
Koneksi Lambat & Putus-Putus: Karyawan mengeluhkan akses internet yang
sangat lambat saat jam kerja sibuk (pukul 09.00 - 11.00). Setelah dicek,
beberapa karyawan sering melakukan streaming video dan mengunduh file
besar.
2.
Keamanan Data: Divisi Keuangan dan Marketing berada
dalam satu jaringan lokal (LAN) yang sama. Hal ini berbahaya karena data
keuangan yang sensitif bisa diakses atau diintip oleh divisi lain.
3.
Akses Router Tidak Aman: Password router utama masih menggunakan
pengaturan bawaan (default), dan staf IT sebelumnya sering lupa mencatat
topologi jaringan.
Tugas Siswa WBL:
Sebagai teknisi jaringan junior, Anda diminta
oleh Supervisor IT untuk membuat perencanaan, konfigurasi, dan
dokumentasi untuk menyelesaikan masalah di atas dengan anggaran yang minim
(memanfaatkan perangkat yang ada: 1 Router Mikrotik RB3011 dan 2 Switch Manageable).
Jawaban dan Langkah Penyelesaian (Solusi WBL)
Sebagai siswa WBL, solusi harus distrukturkan
menggunakan metode troubleshooting jaringan yang sistematis (Analisis,
Desain/Konfigurasi, Pengujian, Dokumentasi).
1. Solusi untuk Masalah Koneksi Lambat
(Manajemen Bandwidth)
·
Analisis: Bandwidth internet dihabiskan oleh aktivitas
non-pekerjaan (streaming dan download).
·
Solusi Teknis: Menerapkan Bandwidth Limiter (QoS - Quality
of Service) menggunakan Mikrotik.
·
Langkah Konfigurasi (Mikrotik Simple Queue):
o Membuat
pembatasan kecepatan maksimal untuk IP Address staf umum (misal: Download
2 Mbps / Upload 1 Mbps per user).
o Memberikan
prioritas lebih tinggi (Priority 1) untuk IP Address komputer direksi
atau server kantor.
o Memblokir
situs-situs yang memakan bandwidth besar pada jam kerja menggunakan fitur Web
Proxy atau Layer 7 Protocol di Mikrotik.
2. Solusi untuk Masalah Keamanan Data
(Segmentasi Jaringan)
·
Analisis: Penggabungan divisi keuangan dan pemasaran
dalam satu broadcast domain memicu risiko keamanan.
·
Solusi Teknis: Menerapkan teknologi VLAN (Virtual Local
Area Network) untuk memisahkan jalur data antar divisi tanpa perlu membeli hardware
baru.
·
Langkah Konfigurasi:
o VLAN 10
(Keuangan): Diberi alokasi
IP 192.168.10.0/24.
o VLAN 20
(Marketing/Staf): Diberi alokasi
IP 192.168.20.0/24.
o Konfigurasi Trunking
pada port router yang mengarah ke Switch Manageable.
o Aktifkan Firewall
Filter Rules di Mikrotik untuk memblokir lalu lintas data (drop)
dari VLAN 20 ke VLAN 10, sehingga staf marketing tidak bisa melakukan ping
atau mengakses aset digital divisi keuangan.
3. Solusi untuk Akses Router dan Dokumentasi
(Pengamanan & Inventaris)
·
Analisis: Ketiadaan dokumentasi jaringan dan password
bawaan sangat rentan terhadap serangan siber internal maupun eksternal.
·
Solusi Teknis: Hardening perangkat keras dan pembuatan
Network Topology.
·
Langkah Eksekusi:
o Mengganti
password admin router dengan kombinasi alfanumerik dan simbol yang kuat.
o Mematikan
servis atau port yang tidak digunakan pada Mikrotik (seperti: telnet, ftp,
www) dan hanya menyisakan winbox atau ssh dengan port yang sudah diubah demi
keamanan.
o Membuat diagram
topologi jaringan (bisa menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer atau Visual
Paradigm) baik secara fisik (physical topology) maupun logis (logical
topology seperti informasi IP dan VLAN).
Lembar Evaluasi & Kompetensi WBL yang
Dinilai
Dalam sistem Work-Based Learning, pihak
industri dan sekolah akan menilai siswa berdasarkan hasil kerja di atas:
|
Aspek Penilaian |
Indikator Keberhasilan |
|
Kompetensi Teknis |
Kemampuan mengonfigurasi VLAN, Routing,
Firewall, dan QoS pada Mikrotik secara tepat. |
|
Problem Solving |
Mampu mengidentifikasi bahwa
masalah internet lambat bukan karena kuota habis, melainkan manajemen trafik
yang buruk. |
|
Sikap Kerja (Soft Skills) |
Kedisiplinan dalam membuat
dokumentasi topologi jaringan secara rapi dan menjaga kerahasiaan password
perusahaan. |
|
Pelaporan |
Kemampuan menyusun laporan hasil
perbaikan jaringan dalam bentuk log book magang. |
Rekayasa
Perangkat Lunak
Bagian 1: Kasus (Studi Kasus)
Judul
Kasus: Migrasi Sistem Inventaris Manual ke Berbasis Cloud pada
Toko Retail "Maju Bersama"
Latar
Belakang:
Kamu
adalah seorang Software Developer magang di sebuah software house.
Perusahaan tempatmu magang mendapatkan proyek dari Toko "Maju
Bersama", sebuah toko retail yang sedang berkembang pesat.
Saat
ini, Toko "Maju Bersama" masih mencatat stok barang secara manual
menggunakan buku besar dan aplikasi spreadsheet (Excel) yang tidak
terpusat. Masalah yang sering terjadi adalah:
1.
Selisih Stok:
Data di Excel sering kali tidak sesuai dengan barang fisik di gudang karena
telat diperbarui.
2.
Keamanan Data:
File Excel pernah terhapus secara tidak sengaja dan tidak memiliki sistem backup.
3.
Multi-Cabang:
Pemilik toko ingin membuka 2 cabang baru dan ingin memantau stok seluruh cabang
secara real-time dari satu aplikasi.
Tugas
Kamu:
Tim
pembuat keputusan di perusahaanmu menunjukmu untuk ikut menyusun fondasi awal
sistem ini. Kamu diminta untuk menyelesaikan 3 poin utama:
1.
Analisis
Kebutuhan: Menentukan fitur-fitur kritis (fitur fungsional) yang harus
ada pada sistem baru.
2.
Perancangan
Basis Data: Membuat rancangan tabel database dasar agar sistem bisa
mendukung multi-cabang.
3.
Strategi
Keamanan & Backup: Memberikan solusi agar data aman
dan tidak hilang seperti kasus sebelumnya.
Bagian 2: Pertanyaan Diskusi / Tugas Siswa
1.
[Analisis]
Sebutkan dan jelaskan minimal 3 fitur fungsional utama yang wajib ada dalam
aplikasi manajemen inventaris berbasis web/cloud ini untuk menyelesaikan
masalah Toko "Maju Bersama"!
2.
[Desain Basis
Data] Buatlah rancangan struktur tabel database (skema relasi)
sederhana untuk entitas: Barang,
Cabang, dan Stok_Barang.
Tentukan Primary Key (PK) dan Foreign Key (FK) yang tepat agar
stok bisa dipantau per cabang!
3.
[Implementasi
& Keamanan] Solusi teknis apa yang bisa kamu
tawarkan untuk mencegah hilangnya data dan memastikan data dapat diakses secara
real-time dengan aman oleh pemilik toko?
Bagian 3: Kunci Jawaban dan Pembahasan
Jawaban
1: Analisis Kebutuhan (Fitur Fungsional Utama)
·
Fitur Manajemen
Stok Real-Time (Multi-Cabang): Fitur yang memungkinkan admin
gudang atau kasir di cabang mana pun untuk memperbarui jumlah barang saat
terjadi penjualan atau barang masuk. Data langsung tersinkronisasi ke server
cloud.
·
Fitur
Autentikasi dan Hak Akses (RBAC - Role-Based Access Control):
Membatasi hak akses pengguna. Misalnya, Kasir hanya bisa melihat stok
dan mencatat penjualan, Admin Gudang bisa menambah/mengurangi stok, dan Pemilik
(Owner) bisa melihat laporan seluruh cabang.
·
Fitur Dashboard
Laporan Analitik: Halaman khusus pemilik untuk
melihat grafik penjualan, peringatan jika ada stok barang yang hampir habis
(low stock alert), dan performa tiap cabang.
Jawaban
2: Perancangan Basis Data (Skema Relasi)
Berikut
adalah rancangan tabel dasar untuk mendukung sistem multi-cabang:
·
Tabel tb_barang
(Menyimpan data master barang)
o
id_barang (INT, PK) — Auto Increment
o
nama_barang (VARCHAR)
o
harga_jual (INT)
·
Tabel tb_cabang
(Menyimpan data lokasi cabang)
o
id_cabang (INT, PK) — Auto Increment
o
nama_cabang (VARCHAR)
o
alamat (TEXT)
·
Tabel tb_stok_barang
(Tabel jembatan untuk mencatat stok di tiap cabang)
o
id_stok (INT, PK)
o
id_barang (INT, FK merujuk ke tb_barang.id_barang)
o
id_cabang (INT, FK merujuk ke tb_cabang.id_cabang)
o
jumlah_stok (INT)
Penjelasan Logika:
Dengan adanya tabel jembatan tb_stok_barang,
barang yang sama (misal: ID 1: "Sabu Cuci") bisa memiliki jumlah stok
yang berbeda di Cabang A (ID 1) dan Cabang B (ID 2).
Jawaban
3: Strategi Keamanan & Backup Data
· Arsitektur Cloud & Auto-Backup:
Menggunakan layanan cloud (seperti AWS, Google Cloud, atau VPS dengan panel
seperti RunCloud) yang menyediakan fitur Automated Daily Backup. Jadi,
database akan dicadangkan otomatis setiap malam ke storage terpisah.
· Keamanan Protokol (HTTPS/SSL):
Mengimplementasikan sertifikat SSL (HTTPS) pada website agar data yang
ditransfer antara komputer cabang dan server cloud terenkripsi, mencegah pencurian
data di jaringan (man-in-the-middle attack).
· Database Replikasi (Optional/Advanced):
Menggunakan fitur database replication (Master-Slave) sehingga jika
server utama mengalami gangguan, server cadangan bisa langsung mengambil alih
tanpa kehilangan data real-time.
Manajemen
Perkantoran
Topik Studi Kasus: Digitalisasi Tata Kelola Arsip dan
Efisiensi Kerja
A.
Latar Belakang & Situasi (Context)
Rania
adalah seorang siswa SMK jurusan Manajemen Perkantoran yang sedang melaksanakan
program Work-Based Learning (Magang/Prakerin) di PT Sinergi Maju
Bersama, sebuah perusahaan distributor logistik. Rania ditempatkan di
Divisi Administrasi Umum.
Selama
dua minggu pertama, Rania mengamati bahwa staf administrasi sering mengalami
kesulitan saat mencari dokumen fisik (seperti kontrak vendor, invoice lama, dan
surat jalan). Sistem kearsipan yang digunakan masih bersifat konvensional
(hardcopy) yang disimpan di dalam puluhan filling cabinet tanpa
indeks digital yang jelas.
Masalah
utama yang muncul:
1.
Pencarian
dokumen lama: Rata-rata membutuhkan waktu 15–30
menit hanya untuk menemukan satu dokumen fisik.
2.
Keterlambatan
respon: Ketika direksi meminta dokumen mendesak untuk rapat,
terjadi kepanikan karena dokumen terselip.
3.
Keterbatasan
ruang: Ruang kantor semakin sempit karena dipenuhi lemari arsip.
Supervisor Rania memberikan tantangan (tugas proyek) kepada
Rania untuk merancang alur simplifikasi pencarian dokumen memanfaatkan
teknologi digital yang tersedia di kantor (Google Workspace/Office 365), tanpa
mengeluarkan biaya tambahan.
B.
Pertanyaan / Tugas Siswa (Challenge)
Sebagai
Rania, buatlah analisis dan rencana aksi yang meliputi:
1. Identifikasi Masalah: Apa akar
penyebab utama dari inefisiensi pengelolaan dokumen di PT Sinergi Maju Bersama?
2. Solusi Digital: Bagaimana rancangan sistem
kearsipan digital (E-Filing) sederhana yang bisa diterapkan segera? (Jelaskan
folder struktur dan penamaan file).
3. Prosedur Implementasi: Bagaimana
langkah-langkah (SOP) memindahkan arsip fisik kritis ke sistem digital?
4. Evaluasi Keberhasilan: Bagaimana cara
mengukur bahwa solusi yang kamu berikan benar-benar efektif?
Kunci Jawaban & Panduan Penyelesaian (Rekomendasi
Respons Siswa)
1.
Identifikasi Akar Masalah (Root Cause Analysis)
·
Sistem Manual:
Penyimpanan 100% mengandalkan fisik tanpa adanya salinan (backup) digital.
·
Ketiadaan
Sistem Indeks: Tidak ada buku agenda elektronik
atau database pencarian (misal format Excel) untuk melacak di
lemari/laci mana dokumen disimpan.
·
Faktor Manusia:
Risiko dokumen terselip tinggi karena setelah dipinjam, pengembalian ke
map/ordner tidak rapi.
2.
Rancangan Sistem Kearsipan Digital (E-Filing)
Rania dapat mengusulkan penggunaan Google Drive
perusahaan yang terbagi menjadi struktur folder yang sistematis.
·
Rancangan
Struktur Folder Utama:
o [01_SURAT_MASUK_KELUAR]
o [02_KONTRAK_&_LEGAL_VENDOR]
o [03_INVOICE_&_KEUANGAN]
o [04_DOKUMEN_INTERNAL_OPERASIONAL]
·
Standardisasi
Penamaan File (Naming Convention):
Agar pencarian menggunakan fitur Search super cepat, penamaan file wajib
seragam:
Format:
YYYYMMDD_JenisDokumen_NamaPihakKetiga_Perihal
Contoh: 20261014_Kontrak_PT_LogistikMaju_SewaGudang
3.
Prosedur Implementasi (SOP Baru Selama Magang)
Rania membuat 4 langkah taktis yang
akan dia kerjakan:
·
Tahap 1
(Pemilahan): Memilah dokumen 3 bulan terakhir
yang paling sering dicari (dokumen aktif).
·
Tahap 2
(Digitalisasi): Melakukan scanning
menggunakan mesin fotokopi multifungsi kantor atau aplikasi scanner
ponsel ke format PDF.
·
Tahap 3
(Pengarsipan & Indeksing): Mengunggah file ke Google Drive
sesuai struktur folder dan mengisi Master Log Excel yang berisi link
langsung menuju dokumen tersebut.
·
Tahap 4
(Sosialisasi): Membuat panduan satu halaman
(infografis) untuk staf lain tentang cara mencari dokumen di Google Drive.
4.
Evaluasi Keberhasilan (Key Performance Indicators)
Sistem baru ini dinyatakan berhasil
jika memenuhi indikator berikut:
·
Kecepatan Temu
Kembali (Retrieval Time): Waktu pencarian dokumen turun
drastis dari 15-30 menit menjadi di bawah 1 menit menggunakan fitur
pencarian kata kunci di Google Drive.
·
Aksesibilitas:
Dokumen dapat diakses oleh manajer yang sedang bertugas di luar kantor secara real-time
tanpa harus menelepon staf kantor.
Catatan untuk Pembimbing/Guru WBL:
Studi
kasus ini sangat relevan dengan skema WBL karena:
·
Berbasis
Masalah Nyata: Menguji kepekaan siswa terhadap
masalah efisiensi di tempat kerja (efisiensi waktu dan ruang).
·
Menguji Hard
Skill: Manajemen kearsipan (klasifikasi arsip) dan literasi
digital (cloud storage).
·
Menguji Soft
Skill: Problem solving, inisiatif, komunikasi dengan
supervisor, dan kemampuan adaptasi teknologi.